Event
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan seminar program kerja.
Admin User
Penulis
Dipublikasikan 09 August 2025
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa peserta KKN, Ibu Kepala Desa, perangkat desa, dan beberapa warga desa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Desa Gattareng Matinggi, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Kamis (17/07).
Seminar ini bertujuan untuk memaparkan program-program kerja yang akan dilaksanakan, serta untuk memperoleh masukan, kritik, dan saran dari pihak desa agar program kerja tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Pemaparan program kerja dipresentasikan oleh salah satu mahasiswa KKN yang bertugas sebagai Koordinator Desa, Muhammad Rifqy Putra Kania, jurusan Ilmu Hukum.
Program kerja yang dipaparkan memiliki tiga fokus utama yakni masyarakat, lingkungan, dan kerajinan. Program kerja utama ialah pembuatan website desa yang bertujuan meningkatkan transparansi, efisiensi pelayanan, dan keterbukaan informasi publik.
Program kerja yang berfokus pada masyarakat diusulkan sendiri oleh perangkat desa, yaitu berupa sosialisasi gerakan anti narkoba pada remaja, pembuatan peta administrasi desa, dan pembaruan papan struktur organisasi desa.
“Ketika melakukan sosialisasi gerakan anti narkoba diharapkan menambahkan dasar hukum atau peraturan yang mengatur narkoba agar remaja lebih memahami bahaya akan narkoba,” saran dari Bapak Herman selaku staf desa.
Terdapat dua program kerja yang berfokus pada lingkungan yakni pelatihan dan pembuatan pestisida dengan pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan bawang putih. Proker kedua ialah sosialisasi dan edukasi sampah anorganik dan organik. Hasil akhir dari sosialisasi ini berupa pembuatan plang sampah.
“Untuk sosialisasi pengelolaan sampah anorganik dan organik itu diharapkan lebih ditujukan kepada ibu rumah tangga karena penghasil sampah terbanyak dari ibu rumah tangga,” tanggapan dari BPD.
Program kerja bertemakan kerajinan memiliki dua jenis. Pertama, pemanfaatan limbah handuk atau lap bekas untuk dijadikan pot tanaman. Kemudian yang kedua, ditujukan untuk anak-anak, bertujuan memacu kreativitas dan motorik halus melalui kerajinan tangan. Pembuatan koinobori dari kertas origami juga dapat menumbuhkan minat anak terhadap budaya asing, khususnya Jepang.
“Untuk kegiatan kerajinan tangan lebih baik jika dikoordinasikan dengan guru-guru sekolah. Selain itu, kalau bisa, datangi juga Dusun Gattareng atau 3–4 anak akan dibawa turun,” saran tenaga pendidik dari Dusun Gattareng.
Selain itu, terdapat saran yang berfokus pada pendidikan. Salah seorang peserta seminar meminta untuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan agar orang tua anak mau menyekolahkan anak hingga jenjang sarjana.
“Diharapkan selama kegiatan sosialisasi nanti coba diselipkan ajakan untuk orang tuanya supaya bisa menyekolahkan anaknya di jenjang yang lebih tinggi/kuliah,” saran Abdul Makis.
Harapannya, melalui kerja sama antara mahasisawa dan masyarakat berjalan lancar dan mampu memberikan dampak nyata. Pemaparan program kerja diharapkan dapat membantu masyarakat dan desa berkembang menjadi lebih baik. Melalui kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat.